Lompat ke isi

Biar Alloh tau rasa…!!

Juni 20, 2010

“Sudah hampir setahun ya Alloh, aku menengadahkan tangan di masjidMu. Sudah beratus bahkan ribuan, ah tidak, jutaan! Sudah jutaan ayat-ayat doaku kupanjatkan buatMu ya Alloh! Namun apa yang engkau kabulkan buatku dari daftar doa yang kupanjatkan? Sekarang aku rasa sudah cukup! Terimakasih Engkau telah meyakinkanku, bahwa aku ini salah satu korban pilihkasihMu!! Mulai sekarang, aku selesai! Aku inginberbuat semauku, biar Engkau tau rasa kehilangan satu hamba setiaMu…. Ya, biar Engkau tau rasa!!

Dan pendoa itu pun keluar dari masjid yang selama berbulan-bulan menjadi tempat singgahnya, ia keluar untuk selamanya tanpa kembali lagi. Kembali kepada kehidupannya yang dahulu, sebagai manusia yang berlaku semaunya, seperti burung yang bebas, atau paling tidak sepertinya merasa bebas…

Sebuah kisah fiktif, namun mungkin dalam skala kecil pernah terjadi pada diri saya atau anda. Seringkali kita meminta kepada Alloh, tentang keinginan kita, tentang impian kita. Namun doa tak kunjung terjawab… Lalu keluarlah keluhan, gugatan, bahkan mungkin makian kepada Alloh, naudzubillahi min dzalik!

Banyak manusia yang menyerah dalam rangkaian doanya kepada Alloh, padahal sungguh janji Alloh itu nyata. “Tidaklah seorang muslim berdo’a dengan do’a yang tidak mengandung dosa di dalamnya, tidak pula do’a yang memutus silaturahmi, melainkan Allah ta’ala akan memberikan satu di antara tiga hal: mungkin Allah akan merealisasikan do’a tersebut, atau mungkin dengan do’a tersebut Allah akan menyelamatkannya kelak di akhirat, atau mungkin Allah akan menghilangkan dari diri orang tersebut kesulitan yang semisal”. (HR. Ahmad)

Terkadang kita berdoa seperti dikejar deadline, seolah kita yang paling tahu, kapan doa itu harus terkabul, atau paling tidak, kapan doa itu paling lambat haru terkabul. Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Akan dikabulkan do’a salah seorang di antara kalian selama tidak tergesa-gesa dalam berdo’a.” Kemudian beliau ditanya, “Wahai Rasulullah bagaimanakah bentuk tergesa-gesa dalam berdo’a?” Beliau menjawab, “Seseorang yang berdo’a kemudian mengatakan, “Aku telah berdo’a kepada Allah tetapi Allah tidak segera mengabulkan do’aku”. (Sunan Ibnu Majah)

Lalu setelah deadline usai, maka gondok yang terjadi. Menggugat, mempertanyakan, menghujat… Apalah kita ini dihadapan Nya? Mengapa kita masih saja kukuh dengan deadline kita, sementara Ia yang Maha Tahu apa yang terbaik buat kita? Bisa saja sedetik setelah deadline usai, harusnya doa itu akan terkabul?

Lalu acara “nggondok” pun dimulai, “biar Alloh tau rasa” katanya… Padahal apalah arti seorang saya atau anda ini… jangankan dihadapanNya, dihadapan ciptaanNya pun kita sudah tak ada apa-apanya. Jika saja pohon memboikot untuk membagi oksigen… sudah kelimpungan kita. Jika saja bumi memboikot untuk muter… maka kita jadi kedinginan atau kepanasan, sebab matahari tak mau beranjak…

Sungguh sebenarnya kita tahu semua itu, tapi seringkali nafsu ditambah sedikit bujukan setan membelokkan kita dari pengetahuan kita dengan tanpa disadari.

Yuk, jangan berputus asa dari Rahmat Alloh… jangan nggondokan, ntar rugi sendiri…

Wassalam

5 Komentar
  1. betul… bahkan ada yang 10-40 tahun doa itu baru dikabulkan… aq pernah mengalaminya… :(
    betapa kita itu lancang padaNya, jadi malu padaNya deh…

  2. dheeasy permalink

    Karena -mungkin- Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, namun memberi apa yang kita butuhkan…

  3. kita benar-benar harus selalu berbenah diri.. dan pandai2 mengoreksi diri sebelum menyalahkan orang lain….

  4. subhanallah.. tulisan yg menggugah.. baru sadar kalo diri ini kurang beristighfar..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.