Orang-orang itu berlalalu lalang di depan saya. Beberapa menoleh ke arah saya dengan melempar senyum ketika secara tak sengaja wajah saya bertatapan langsung dengan wajah mereka dengan tak sengaja. Kebanyakan diantara mereka hanya lewat saja, memandang lurus kedepan atau mengobrol dengan rekan ataupun keluarga mereka tanpa memperhatikan kehadiran saya di dalam ruangan yang terbuat dari tripleks dan kaca ini. Beberapa menyempatkan mampir ke hadapan saya untuk menanyakan tentang hal-hal kecil.![]()
Pemandangan wajah-wajah itu setiap hari mampir di hadapan saya, wajah wajah asing dari belahan bumi yang asing, kuning, putih, hitam warna kulit mereka. Jarang saya memandang wajah yang serumpun dengan saya, wajah asia tenggara di antara orang-orang yang lalu lalang itu.
Setelah 3 bulanan saya berhenti menulis, sekarang saya memulai kegiatan menulis saya kembali dari dalam sebuah kotak kaca yang telah hampir 3 bulan menjadi salah satu bagian siklus kehidupan saya sehari-hari.
Kotak kaca yang berada di dekat sebuah persimpangan lorong-lorong terminal keberangkatan internasional bandara Ngurah Rai, Bali. Lorong-lorong yang penuh dengan lampu-lampu yang benderang sepanjang hari hingga menjelang pagi esok harinya. Lorong-lorong yang penuh dengan kios-kios yang menjajakan barang dan jasa dengan harga “internasional”, ato juga bisa disebut “irrasional”, yah namanya juga terminal keberangkatan bandara.
Dengan catatan kecil ini, kegiatan blogging saya, dinyatakan kembali aktif. Dengan catatan kecil ini saya akan memulai lagi menulis. Dari terminal keberangkatan internasional ini, semoga saya bisa menuangkan ide-ide saya kembali. Dengan catatan kecil ini, saya memulai babak baru (ciee…) dari blog saya…. maka dengan ini saya resmikan perubahan judul Blog ini dari “catatan kaki senja” menjadi “catatan keberangkatan”
Bismillahirrohmaanirrohiim…
ehmm..mau kemana bang, boleh ikut ngak..
salam kenal ya..
gak kemana-mana nih, salam kenal juga ya